-->

Artikel Terkait

3 tipe penjual online shop yang wajib diketahui sebelum membuka online shop | tips bisnis

 ada 3 tipe penjual yang ada di online shop diantaranya ada dropshiper,reseller,dan produsen.apasih keuntungan dan kelemahan dari masing masing tipe tersebut

3 tipe penjual online shop di instagram maupun marketplace

  1. dropshiper>>>adalah penjual online yang hanya menjual gambar produk yang diunggah di marketplace,khususnya instagram.dia tidak punya produknya,hanya postingan gambarlah yang mereka jual.caranya cukup simple dan minim resiko dan modal,penjual hanya mencari suplier yang mau dropship,kemudian penjual mengambil gambarnya di suplier dan di post di online shopnya.lalu bagaimana ketika ada pembeli?penjual hanya akan menghubungi suplier dan meminta dikirim kan barang ke alamat customer.
  2. reseller>>>adalah tipe penjual yang membeli produknya terlebih dahulu,kemudian dijual kembali.biasanya mereka membeli dalam jumlah yang cukup banyak atau suplier memberikan sayarat minimum order quantity kepada resellernya.tujuannya agar reseller mendapatkan harga yang lebih murah dari suplier
  3. produsen>>>adalah tipe penjual yang memproduksi sendiri barang yang akan dijual dan akan didistribusikan langsung.

keuntungan dropshiper

  • modal kecil>>>penjual dropshiper mengeluarkan modal yang cenderung kecil,mereka tidak memikir kan bagaimana stok produk,mengirim barang,jumlah karyawan cenderung lebih sedikit,kalau boleh di bilang hampir tanpa modal,karena memang yang kita jual hanyalah gambar.ketika penjual membuka online shop di instagram,pembeli akan tranfer terlebih dahulu ke rekening penjual,lalu penjual membeli nya di suplier.hampir tanpa modal,modal yang di butuh kan hanyalah handphone dan kuota saja.selebihnya tinggal kreatifitas anda sendiri.ketika penjual tidak cocok dengan jualannyapun,bisa dengan mudah berpindah ke kategori bisnis yang lain tanpa adanya kerugian yang besar.
  • tidak butuh tim yang besar>>>bahkan anda bisa memulainya dari diri sendiri,tanpa karyawan.baru setelah bisnis anda berkembang,anda bisa merekrut karyawan untuk membantu kelancaran bisnis anda.

kelemahan sistem dropshiper

  • harga tidak bisa mengikat>>>kenapa maksudnya seperti ini?harga barang di suplier bisa saja berubah ubah,sedangkan diawal pelaku dropshiper sudah memasang harga ke customer.ketika customer membeli,dropshiper akan membeli pula ke suplier dengan harga yang lebih terbaru.untuk mengatasi hal ini,pelaku dropshiper harus selalu rutin meng update harga jualnya sesuai dengan perubahan harga di suplier.hal ini terjadi karena pelaku dropshiper akan sangat bergantung penuh kepada suplier yang memiliki hak penuh terhadap penentuan harga.
  • tidak punya kontrol terhadap produk>>>dropshiper tidak punya kontrol akan stocknya,distribusinya,dan kualitasnya.sering sekali terjadi ketika stock produk di dropshiper ada dan ada pembeli.stock di suplier sudah habis,alhasil dropshiper kalang kabut untuk mencari suplier yang baru yang ready stock.terkadang dropshiper rela rugi ketika harus mendapatkan suplier dengan harga yang lebih tinggi demi menjaga trust/kepercayaan pelanggannya.
  • kesalahan pengiriman produk ke customer>>>dropshiper tidak dapat menjamin sepenuh nya atas produk yag dikirimkan,karena semua itu dilakukan oleh suplier,bisa saja ada suplier yang nakal dengan mengirim barang atas nama suplier itu endiri,bukan atas nama dropshiper.hal ini menjadi kerugian bagi dropshiper karena bisa saja customer akan langsung memesan produk ke suplier di orderan selanjutnya tanpa melalui perantara dropshiper.

keuntungan reseller

  • kontrol harga/pricing>>>kontrol harga lebih baik jika dibandingkan dengan dropshiper.karena reseller sudah mengikat harga dengan suplier dan barang nya sudah ada di reseller.nggak akan ada masalah mengenai harga selagi stock masih ada di reseller.
  • kontrol parsial di bagian pengiriman>>>pengiriman hampir tidak akan terjadi kesalahan,meskipun ada,itu karena kesalahan si reseller itu sendiri.reseller punya kontrol penuh atas barang yang akan dikirimkan ke customer.bisa menggunakan jasa pengiriman apapun sesuai keinginan customer.reseller bisa menambah kan nilai tambah tersendiri terhadap produk yang dikirim walaupun itu hanya menyelipkan secarik kertas ucapan terimakasih kepada pelanggan.hal hal kecil inilah yang tidak dapat kita lakukan apabila menjadi penjual dropshiper.padahal dengan menambahkan hal hal kecil ini,bisa menambah keyakinan dan kepuasan pelanggan terhadap online shop kita.
  • biasanya lebih berkomitmen dan serius>>>karena kenapa?ada sedikit modal yang dikeluarkan ketika menjadi seorang reseller.akan ada rasa komitmen dan tanggung jawab  yang lebih untuk serius menjalankan bisnis dengan sepenuh hati.rasa inilah yang sering memotivasi reseller untuk terus berjuang agar daganngannya laku dan habis terjual.hal ini berbeda ketika tidak keluar modal sama sekali,orang akan lebih mudah untuk meninggalkannya ketika bisnisnya dirasa kurang memuaskan.sebagai contoh:anda membuka toko di pinggir jalan dengan modal 100 juta kemudian toko anda tidak laku dalam sebulan ini,maka anda akan berpikir dan mulai mencari masalah apa yang menyebabkan toko tidak laku ketimbang berpasrah diri.karena anda sudah keluar modal.berbeda ketika anda membuka toko tanpa modal,ketika tidak laku,bisa saja anda meninggalkan toko begitu saja karena tidak ada resiko kerugian disana.disinilah mental seorang reseller lebih teruji ketimbang dropshiper.

kelemahan reseller

    • keluar modal yang lebih besar>>>tentu,menjadi seorang reseller akan mengeluarkan modal yang lebih besar.modal ini beragam tergantung dari jenis barang yang di jualmakanya seperti artikel sebelumnya start small think big,mulailah dari menyetok barang secukupnya dan perbanyak jenis produk produk,ketika terlihat mana yang paling laku baru anda menyetok yang lebih banyak.bisa juga anda kombinasi antara reseller dan dropshiper,jadi anda hanya akan menyetok ketika barang tersebut benar benar laku di toko anda.
    • perlu tim kecil >>>seorang reseller yang sudah berjalan,setidaknya minimal perlu beberapa orang/karyawan untuk mengatur gudang keluar masuk barang,admin/customer service,dan tim packing/pengemasan dan pengiriman.ini sedikit lebih banyak jika dibandingkan dengan dropshiper yang hanya perlu admin dan itupun bisa di jalankan sendiri.
    • tidak ada kontrol produksi>>>artinya reseller tidak bisa menjamin bahwa produk tersebut akan selalu ada dalam jangka panjang.bisa saja suplier anda menghentikan produksi barang yang dirasa minim peminatnya.walaupun barang resebut sebenarnya laris di toko anda.anda akan beralih ke produk yang lain ketika situasi ini terjadi.alhasil anda akan mengulang kembali marketing produk yang dijual dari awal.anda akan kehilangan banyak testimoni ketika barang tersebut discontinyu/di suntik mati.

keuntungan produsen

    • kontrol penuh terhadap barang>>>produsen memiliki hak penuh atas desain barang,planning barang,nama barang,brand dll.ini penting banget apabila anda ingin mengontrol sepenuhnya bisnis dari hulu sampai hilir.ini artinya anda punya brand sendiri
    • akan lebih dihargai dari segi institusi>>>akan ada rasa segan,dihargai dan diperhatikan oleh institusi institusi yang lain seperti perbankan,pemerintah maupun lembaga sosial lainnya.bahkan anda bisa mengontrol penuh agen maupun reseller reseller anda.

kelemahan produsen

    • membutuhkan karyawan yang cenderung banyak>>>terkadang karyawan produksi 10,20 30 dan seterusnya tergantung besar kecilnya produksi anda
    • modal produksi yang besar>>>hal ini yang tidak disarankan bagi pemula,banyak pemula yang berpikir ingin punya brand sendiri,produksi sendiri.saran saya jangan anda memilih menjadi produsen terlebih dahulu.pilihlah tipe penjual reseller ataupun dropshiper,baru setelah mendapat modal yang besar bisa dipikirkan untuk menjadi produsen.


LihatTutupKomentar